Juli 27, 2026

RABAT4D – Misteri di Balik Layar Laga sengit di fase Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran dan Mesir menyisakan drama yang bikin geleng-geleng kepala. Skor akhir imbang 1-1 mungkin terlihat biasa di papan skor, tapi proses di lapangan penuh dengan ketegangan. Team Melli (julukan Iran) sebenarnya nyaris mengunci kemenangan di menit-menit akhir sebelum akhirnya intervensi VAR membuyarkan segalanya.

Bagi Anda yang penasaran kenapa gol kemenangan Iran tiba-kira di anulir, berikut adalah kronologi dan penjelasan lengkapnya.

Detik-Detik Drama Menit Akhir di Seattle Stadium

Memasuki masa injury time, tensi pertandingan semakin memanas karena kedua tim sama-sama mengincar tiket lolos otomatis. Iran mendapatkan peluang lewat skema bola mati. Situasi di depan gawang Mesir mendadak chaos setelah kiper mereka, Mostafa Shobeir, sempat terjatuh akibat benturan.

Memanfaatkan kemelut tersebut, bek senior Iran, Shoja Khalilzadeh, menyambar bola liar dengan sepakan keras yang langsung merobek jala gawang Mesir.

Saking senangnya, para pemain Iran langsung melakukan selebrasi gila-gilaan. Khalilzadeh bahkan sampai melepas

jerseynya dan melakukan pose ikonik bersama rekan-rekannya karena yakin gol itu membawa mereka ke babak 32 besar.

Misteri di Balik Layar Tidak Sah?

Sayangnya, pesta Iran harus bubar lebih cepat. Wasit utama, Szymon Marciniak, langsung menunjuk peluit dan berkomunikasi dengan ruang Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau ulang proses terjadinya gol.

Setelah melihat tayangan ulang dari berbagai sudut,

wasit resmi menganulir gol tersebut karena Shoja Khalilzadeh sudah berdiri di posisi offside sebelum mengeksekusi bola.

Banyak fans yang sempat bingung karena merasa masih ada pemain belakang Mesir di dekat garis gawang. Namun berdasarkan aturan FIFA (IFAB):

Seseorang dinyatakan offside jika posisi tubuhnya lebih dekat ke garis gawang lawan dibanding bola dan pemain lawan kedua terakhir.

Karena kiper Mesir sudah terlanjur maju ke depan dan keluar dari posisinya saat kemelut, garis batas offside otomatis bergeser ke pemain belakang terakhir Mesir. Dalam posisi inilah kamera VAR menangkap basah posisi Khalilzadeh yang sedikit lebih maju.

Konsekuensi Besar Bagi Iran dan Mesir

Keputusan pembatalan gol ini mengubah peta persaingan di Grup G secara drastis:

  • Mesir sukses mengamankan satu poin penting untuk menjadi runner-up grup dengan total 4 poin, sekaligus menyusul Belgia ke babak 32 besar.
  • Iran harus gigit jari di peringkat ketiga dengan raihan 3 poin. Akibat kegagalan ini, mereka tidak bisa lolos langsung dan harus menggantungkan nasib pada kalkulasi poin tim peringkat ketiga terbaik dari grup lain.

Nasib apes Iran di laga ini sebenarnya ganda. Selain gol di menit akhir yang dianulir, sang kapten Mehdi Taremi juga sempat gagal mengeksekusi penalti di paruh pertama pertandingan. Rasa frustrasi pun tak terbendung hingga peluit panjang ditiup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *